Jumat, 11 Agustus 2017

SATUAN ACARA KONSELING "KEBUTUHAN DASAR DAN TANDA BAHAYA KEHAMILAN TM II"


SAK

(SATUAN ACARA KONSELING)
NAMA ANGGOTA

Adinda Kusuma Wardhani













AKADEMI KEBIDANAN BORNEO MEDISTRA BALIKPAPAN

TAHUN AJARAN 2015/2016









SAK

(SATUAN ACARA KONSELING)



A.                TEMA

Kebutuhan Dasar dan Tanda Bahaya Ibu Hamil Trimester II



B.                 TOPIK

·                     Kebutuhan Dasar Ibu Hamil Trimester II :

a.                   Nutrisi Ibu Hamil Trimester II

b.                  Istirahat dan rekreasi Ibu Hamil Trimester II

c.                   Eliminasi Ibu Hamil Trimester II

d.                  Imunisasi Ibu Hamil Trimester II

e.                   Personal Hygine Ibu Hamil Trimester II

f.                   Senam Hamil untuk Ibu Hamil Trimester II

g.                  Perawatan Payudara Ibu Hamil Trimester II

h.                  Pakaian bagi Ibu Hamil Trimester II

i.                    Kebutuhan Oksigen bagi Ibu Hamil Trimester II

·                     Tanda Bahaya Ibu Hamil Trimester II :

a.                   Perdarahan Pervaginam

b.                  Pusing Kepala Hebat

c.                   Pembengkakan pada kaki dan tangan

d.                  Keluar Ketuban Sebelum Waktunya

e.                   Gerakan Bayi Berkurang



C.                 SASARAN





D.                PERLAKSANAAN

Hari, Tanggal              :

Waktu                         :

Tempat                        :



E.                 TUJUAN

1.                  Tujuan Umum

Setelah diberikan konseling padadiharapkan dapat mengetahui dan mengerti kebutuhan dasar dan tanda bahaya ibu hamil trimester II



2.                  Tujuan khusus

a.                   Setelah diberikan konseling diharapkan ibu dapat mengetahui kebutuhan dasar nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil trimester II

b.                  Setelah diberikan konseling diharapkan ibu dapat mengetahui kebutuhan dasar istirahat dan rekreasi yang diperlukan ibu hamil trimester II

c.                   Setelah diberikan konseling diharapkan ibu dapat mengetahui kebutuhan dasar eliminasi pada ibu hamil trimester II

d.                  Setelah diberikan konseling diharapkan ibu dapat mengetahui kebutuhan dasar imunisasi yang diperlukan ibu hamil trimester II

e.                   Setelah diberikan konseling diharapkan ibu dapat mengetahui kebutuhan dasar personal hygine yang harus diterapkan pada ibu hamil trimester II

f.                   Setelah diberikan konseling diharapkan ibu dapat mengetahui kebutuhan dasar senam hamil untuk ibu hamil trimester II

g.                  Setelah diberikan konseling diharapkan ibu dapat mengetahui kebutuhan dasar perawatan payudara untuk ibu hamil trimester II

h.                  Setelah diberikan konseling diharapkan ibu dapat mengetahui kebutuhan dasar pakaian yang diperlukan ibu hamil trimester II

i.                    Setelah diberikan konseling diharapkan ibu dapat mengetahui kebutuhan dasar asupan oksigen yang diperlukan ibu hamil trimester II

j.                    Setelah diberikan konseling diharapkan ibu dapat mengetahui tanda bahaya perdarahan pervaginam pada ibu hamil trimester II

k.                  Setelah diberikan konseling diharapkan ibu dapat mengetahui tanda bahaya pusing kepala hebat pada ibu hamil trimester II

l.                    Setelah diberikan konseling diharapkan ibu dapat mengetahui tanda bahaya pembengkakan pada kaki dan tangan ibu hamil trimester II

m.                Setelah diberikan konseling diharapkan ibu dapat mengetahui tanda bahaya keluar ketuban sebelum waktunya pada ibu hamil trimester II

n.                  Setelah diberikan konseling diharapkan ibu dapat mengetahui tanda bahaya gerakan bayi berkurang pada ibu hamil trimester II



F.                  METODE

Ceramah



G.                MEDIA





H.                TAHAP KEGIATAN

NO
TAHAP KEGIATAN
WAKTU
KEGIATAN PEYULUH/
KONSELOR
KEGIATAN AUNDIENCE/
KONSELI
1
pendahuluan
5 menit
1.      Mengucapkan salam.
2.      Memperkenalkan diri.

3.      Menanyakan maksud dan tujuan.
4.      Menanyakan dan melihat buku KIA.
5.      Apersepsi

6.      Relevansi

7.      Waktu

1.      Menjawab salam
2.      Mendengarkan dengan seksama
3.      Menjelaskan maksud dan tujuan.
4.      Memberikan buku KIA.

5.      Menjelaskan persepsinya.
6.      Menyetujui relevansi
7.      Menyetujui kontrak waktu yang ditetapkan.
2
Inti
10 menit
1.      Menjelaskan kepada ibu tentang kebutuhan dasar nutrisi ibu hamil trimester II
2.      Menjelaskan kepada ibu tentang kebutuhan dasar istirahat dan rekreasi ibu hamil trimester II
3.      Menjelaskan kepada ibu tentang kebutuhan dasar eliminasi ibu hamil trimester II
4.      Menjelaskan kepada ibu tentang kebutuhan dasar imunisasi ibu hamil trimester II
5.      Menjelaskan kepad ibu tentang kebutuhan dasar personal hygine ibu hamil trimester II
6.      Menjelaskan kepada ibu tentang kebutuhan dasar senam hamil untuk ibu hamil trimester II
7.      Menjelaskan kepada ibu tentang kebutuhan dasar pakaian ibu hamil trimester II
8.      Menjelaskan kepada ibu tentang kebutuhan dasar oksigen bagi ibu hamil trimester II
9.      Menjelaskan kepada ibu tentang tanda bahaya perdarahan pervaginam bagi ibu hamil trimester II
10.  Menjelaskan kepada ibu tentang tanda bahaya pusing kepala hebat bagi ibu hamil trimester II
11.  Menjelaskan kepada ibu tentang tanda bahaya pembengkakan pada kaki dan tangan bagi ibu hamil trimester II
12.  Menjelaskan kepada ibu tentang tanda bahaya keluar ketuban sebelum waktunya bagi ibu hamil trimester II
13.  Menjelaskan kepada ibu tentang tanda bahaya gerakan bayi berkurang bagi ibu hamil trimester II
1.      Memperhatikan dengan seksama



2.      Memperhatikan dengan seksama




3.      Memperhatikan dengan seksama



4.      Memperhatikan dengan seksama.



5.      Memperhatikan dengan seksama




6.      Memperhatikan dengan seksama




7.      Memperhatikan dengan seksama



8.      Memperhatikan dengan seksama



9.      Memperhatikan dengan seksama





10.  Memperhatikan dengan seksama




11.  Memperhatikan dengan seksama





12.  Memperhatikan dengan seksama





13.  Memperhatikan dengan seksama




14.  Mengajukan pertanyaan
3.       
3
Penutup

5        5menit
1.      Kesimpulan


2.      Memberikan pertanyaan lisan/ evaluasi sumatif
3.      Mengucapkan salam penutup
  1. Mendengarkan dengan seksama.
  2. Menjawab pertanyaan.

3.      Menjawab salam dan mengucapkan terima kasih



I.       EVALUASI

Evaluasi tahap kegiatan dilakukan dengan memberikan pertanyaan kepada sasaran



Pertanyaan evaluasi meliputi :

1.                  Menjelaskan kebutuhan dasar nutrisi ibu hamil trimester II

Standar :

Sasaran dapat menjelaskan kebutuhan dasar nutrisi ibu hamil trimester II

“”



2.                  Menjelaskan kebutuhan dasar istirahat dan rekreasi bagi ibu hamil trimester II

Standar:

Sasaran dapat menjelaskan kebutuhan dasar istirahat dan rekreasi bagi ibu hamil trimester II

“”



3.                  Menjelaskan kebutuhan dasar eliminasi pada ibu hamil trimester II

Standar:

Sasaran dapat menjelaskan kebutuhan dasar eliminasi pada ibu hamil trimester II




4.                  Menjelaskan kebutuhan dasar imunisasi bagi ibu hamil trimester II

Standar:

Sasaran dapat menjelaskan kebutuhan dasar imunisasi bagi ibu hamil trimester II




5.                  Menjelaskan kebutuhan dasar personal hygine ibu hamil trimester II

Standar:

Sasaran dapat menjelaskan kebutuhan dasar personal hygine ibu hamil trimester II

“”



6.         Menjelaskan kebutuhan dasar senam hamil untuk ibu hamil trimester II

            Standar :

            Sasaran dapat menjelaskan kebutuhan dasar senam hamil untuk ibu hamil trimester II

            “”



7.         Menjelaskan kebutuhan dasar pakaian untuk ibu hamil trimester II

            Standar :

            Sasaran dapat menjelaskan kebutuhan dasar pakaian untuk ibu hamil trimester II

            “”



8.         Menjelaskan kebutuhan dasar oksigen ibu hamil trimester II

            Standar :

            Sasaran dapat menjelaskan kebutuhan dasar oksigen ibu hamil trimester II

            “”



9.         Menjelaskan tanda bahaya perdarahan pervaginam ibu hamil trimester II

            Standar :

            Sasaran dapat menjelaskan tanda bahaya perdarahan pervaginam ibu hamil trimester II

            “”



10.       Menjelaskan tanda bahaya pusing kepala berat ibu hamil trimester II

            Standar :

            Sasaran dapat menjelaskan tanda bahaya pusing kepala berat ibu hamil trimester II

            “”



11.       Menjelaskan tanda bahaya pembengkakan kaki dan tangan pada ibu hamil trimester II

            Standar :

            Sasaran dapat menjelaskan tanda bahaya pembengkakan kaki dan tangan pada ibu hamil trimester II

            “”



12.       Menjelaskan tanda bahaya keluar ketuban sebelum waktunya pada ibu hamil trimester II

            Standar :

            Sasaran dapat menjelaskan tanda bahaya keluar ketuban sebelum waktunya pada ibu hamil trimester II

            “”



13.       Menjelaskan tanda bahaya gerakan bayi berkurang pada ibu hamil trimester II

            Standar :

            Sasaran dapat menjelaskan tanda bahaya gerakan bayi berkurang pada ibu hamil trimester II

            “”

Dasar Teori

A.                KEBUTUHAN DASAR IBU HAMIL TRIMESTER II

1.                  NUTRISI

Nutrisi dan gizi yang baik pada masa kehamilan akan sangat membantu ibu hamil dan janinnya melewati masa tersebut. Pada dasarnnya menu makan yang diperlukan adalah pola makan yang sehat. Hanya saja Ibu hamil harus lebih berhati-hati ketika memilih makanan. Dengan kebutuhan nutrisi yang meningkat seperti kalsium, zat besi, asam folat, dan sebagainya, ibu hamil pun perlu dikontrol kenaikan berat badannya. Kenaikan yang ideal berkisar antara 12-15 kilogram. Jika lebih banyak dari itu dikhawatirkan dapat mempengaruhi tekanan darah. Anjurkanlah wanita hamil makan yang secukupnya saja, cukup mengandung protein hewani dan nabati, karena kebutuhan kalori selama kehamilan meningkat. Kenaikan berat badan wanita hamil berkisar antara 6,5 – 16 kg selama kehamilan. Bila berat badan tetap atau menurun, semua makan yang dianjurkan terutama yang mengandung protein dan besi. Bila BB naik dari semestinya dianjurkan mengurangi makanan yang mengandung karbohidrat, lemak jangan dikurangi apalagi sayur dan buah. Berikut ini daftar asupan gizi yang harus dipenuhi oleh ibu hamil :

a.                   Kalori

Pada masa kehamilan kebutuhan kalori naik antara 300-400 kkal per harinya. Kalori ini dapat dipenuhi dari sumber makanan yang bervariasi, dengan menu 4 sehat 5 sempurna sebagai acuaannya. Sebaiknya 55% didapatkan dari umbi-umbian serta nasi sebagai sumber karbohidrat, lemak nabati dan hewani 35 %, serta 10 % berasal dari sayur dan buah-buahan.

b.         Asam folat

Janin sangat memerlukan asam folat dalam jumlah cukup banyak yang berguna untuk pembentukan syaraf. Pada trimester pertama bayi membutuhkan 400 mikrogram dalam setiap harinya. Jika kekurangan asam folat, maka perkembangan janin menjadi tidak sempurna dan bisa membuat bayi lahir dengan kelainan, misalnya tanpa batok kepala, bibir sumbing, atau tulang belakang tidak tersambung. Asam folat diperoleh dari buah-buahan, sayuran hijau, dan beras merah.

c.         Protein

Asupan protein diperlukan untuk zat pembangun, pembentukan darah, dan sel. Kebutuhan ibu hamil akan protein adalah 60 gram setiap harinya, atau 10 gram lebih banyak daripada biasanya. Makanan berprotein didapat dari kacang-kacangan, tahu-tempe, putih telur, dan daging.

d.         Kalsium

Zat ini berfungsi untuki pertumbuhan tulang dan gigi. Dengan pemenuhan kebutuhan kalsium yang cukup selama kehamilan, ibu hamil dapat terhindar dari osteoporosis. Hal ini dikarenakan, jika kebutuhan kalsium sang ibu tidak mencukupi, kebutuhan kalsium janin diambil dari tulang ibunya. Makanan yang banyak mengandung kalsium diantaranya susu, dan produk olahan lain seperti vitamin A, D, B2, B3, dan C. Vitamin A sangat bermanfaat bagi mata, pertumbuhan tulang, dan kulit. Vitamin D dapat menyerap kalsium yang bermanfaat untuk pertumbuhan tulang dan gigi sang janin.

e.         Zat besi.

Berfungsi dalam pembentukan darah, terutama untuk membentuk sel darah merah hemoglobin, serta mengurangi resiko ibu hamil terkena anemia. Kandungan zat besi sangat dibutuhkan pada masa kehamilan memasuki usia 20 minggu. Makanan yang banyak mengandung zat besi diantaranya hati, ikan, dan daging.



f.          Kebutuhan beberapa zat yang penting :

Tidak hamil
Hamil
Laktasi
Kalori
Protein
Calsium
Fernem
Vitamin A
Vitamin B
Vitamin C
Riboflavin
As. nikotitinat
Vitamin D
Kal
gr
gr
mg
si
mg
mg
mg
mg
si
2500
60
0,8
12
5000
1,5
70
2,2
15
+
2500
85
1,5
15
6000
1,8
100
2,5
10
400-800
2500
100
2
15
8000
2,3
150
3
23
400-800



2.         ISTIRAHAT dan REKREASI

Selama hamil, tubuh Ibu butuh tidur selama 6-8 jam sehari. Ini sama dengan tidur orang sehat pada umumnya. Hanya saja, berbagai perubahan tubuh kerap membuat ibu hamil gampang lelah dan mengantuk. Itu sebabnya, ibu hamil biasanya perlu tambahan waktu istirahat dan tidur sekitar 30 menit hingga 1 jam setiap rentang 3 hingga 4 jam. Bila kehamilan dibawah 3 bulan, maka diperbolehkan banyak2 istirahat, terutama bila kandungan lemah maka sebaiknya banyak istirahat di tempat tidur (bed rest). Selama masa kehamilan, istirahat memegang peranan yang sama penting dengan kegiatan. Pada masa awal kehamilan, mungkin merasa lebih lelah dari biasanya, oleh sebab itu perbanyaklah istirahat/ tidur. Tidur siang sangat dianjurkan, atau beristirahatlah beberapa kali disiang hari. Upayakan untuk menyederhanakan rutinitas sehari-hari. Prinsipnya, ibu hamil mesti istirahat cukup dan dianjurkan tidur 8 jam sehari. Namun begitu jangan lupa untuk melakukan aktivitas fisik yang ringan, agar tubuh lebih sehat dan fit. Jangan pernah menganggap enteng pekerjaan rumah tangga, khususnya bagi kaum pria. Pekerjaan rutin rumah tangga seperti mencuci, mengepel, memasak, menyetrika sering dianggap pekerjaan yang tidak membutuhkan tenaga dan pikiran, pendapat seperti ini jelas salah. Pekerjaan rumah tangga sama melelahkannya seperti pekerjaan lainnya. Tanpa harus bekerja di luar rumah pun, pekerjaan rumah tangga sudah  menguras tenaga dan pikiran, apalagi kalau seorang wanita masih harus bekerja di luar rumah, yang paling menyedihkan lagi adalah pada waktu hamil. Jika Ibu seorang suami yang bertanggung jawab dan memiliki rasa kemanusiaan dan budi pekerti yang baik, maka Ibu pasti tidak akan membiarkan istri Ibu melakukan pekerjaan rumah tangga sambil tetap bekerja di luar rumah pada saat hamil. Bicarakanlah segera dengan pasangan dan keluarga dekat Ibu jika memang menghadapi masalah seperti ini. Karena jika dibiarkan resikonya bukan hanya pada bayi Ibu tetapi juga diri Ibu sendiri. Pada saat hamil, kurangilah pekerjaan rumah tangga yang biasa Ibu lakukan. Kurangilah bersentuhan dengan bahan-bahan kimia dalam rumah tangga, seperti cairan pembersih lantai,pestisida tanaman,dan obat serangga lainnya.

Wanita hamil boleh melakukan pekerjaan sehari hari, dikantor ataupun di pabrik asal bersifat ringan. Di Indonesia wanita hamil diberi cuti hamil selam 3 bulan yaitu 1,5bulan sebelum bersalin dan 1,5 bulan sesudahnya, selama hamil berhati hati dan menjaga kehamilannya.



Disarankan ibu untuk tidak lama berkendaran jarak sendiri, karena posisi mengemudi bisa jadi sangat tidak nyaman dan lama drive dapat sangat melelahkan. Pastikan kursi dan seatbelt yang disesuaikan dengan baik dan memakai pakaian longgar nyaman. Juga pastikan ibu memiliki cukup untuk makan dan minum selama perjalanan jalan untuk menjaga tingkat energi atas. Pada trimester pertama (0 – 14 minggu), banyak ibu hamil lebih memilih tidak berpergian disebabkan rasa mual dan lelah yang sangat terasa pada tahap ini. Namun jika Anda merasa tidak terganggu dengan keadaan demikian, Anda dapat berpergian dengan aman dan nyaman.Trimester pertama merupakan waktu yang sangat sensitive karena rawan terjadi keguguran dan kehamilan diluar kandungan. Pada trimester kedua (14 – 28 minggu), sepertinya merupakan waktu yang ideal untuk berpergian karena rasa mual, kelelahan sudah berkurang dan resiko terjadinya kelahiran premature masih cukup lama dapat terjadi, namun tetap berhati – hatilah. Pada trimester ketiga (29 – 40 minggu) resiko yang paling dipikirkan dari berpergian adalah terjadinya kelahiran premature. Dan jika tetap ingin berpergian sebaiknya Anda konsultasikan hal ini dengan dokter kandungan Anda. Mengenai kendaran apa yang dapat digunakan untuk traveling seperti mobil, kereta api, pesawat terbang. Sesungguhnya bepergian dengan pesawat terbang saat hamil itu aman. Perempuan dengan kehamilan tanpa komplikasi apapun dapat naik pesawat terbang, namun hal itu akan meningkatkan resiko pembekuan pembuluh darah vena maka sebelum berangkat Anda perlu konsultasi dengan dokter kandungan Anda. Dianjurkan untuk tidak terbang sebelum kandungan berusia 12 minggu atau 15- 28 minggu karena pada saat ini resiko keguguran paling rendah. Setelahnya, ketika risiko melahirkan semakin besar, pihak penerbangan akan meminta surat dokter yang menyatakan bahwa Anda layak bepergian dan mengonfirmasikan tanggal perkiraan persalinan Anda. Walaupun berpergian dengan pesawat terbang menyebabkan rasa cemas, peneliltian pada sebagian ibu hamil menunjukkan bahwa berpergian dengan pesawat terbang akan aman.Sebagian besar maskapai penerbangan akan melarang Anda untuk terbang pada saat hamil, bukan karena berbahaya bagi janin tetapi untuk menghindari persalinan di pesawat. Perlu diketahui beberapa maskapai penerbangan tidak mengizinkan ibu hamil dengan usia kandungan lebih dari 34 minggu dan mengharuskan adanya surat dokter untuk usia kandungan 28 – 36 minggu. Perempuan hamil amat rentan mengalami dehidrasi, jadi bawalah sepaket buah-buahan segar bervitamin semacam anggur, plum, jeruk atau aprikot kering. Anda wajib membawa air putih setidaknya dua liter. Makanlah banyak camilan. Wanita hamil harus berhati-hati melakukan perjalanan yang cenderung lama dan melelahkan, karena dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan mengakibatkan gangguan sirkulasi serta Oedema tungkai karena kaki tergantung jika duduk terlalu lama. Sabuk pengaman yang dikenakan dikendaraan jangan sampai menekan perut yang menonjol. Jika mungkin perjalanan yang jauh sebaiknya dilakukan dengan pesawat udara. Ketinggian tidak mempengaruhi kehamilan, bila kehamilan telah 35 minggu ada perusahaan penerbangan yang menolak membawa wanita hamil ada juga yang menerima dengan catatan keterangan dokter yang menyatakan cukup sehat untuk bepergian.Berpergian dapat menimbulkan masalah lain, seperti konstipasi /diare karena asupan makanan dan minuman cenderung berbeda seperti biasanya karena akibat perjalanan yang melelahkan.

Selain itu pengaruh seksual juga berhubungan dengan pola istirahat dan rekreasi ibu. Pengertian seksual secara umum adalah sesuatu yang berkaitan dengan alat kelamin atau hal-hal yang berhubungan dengan perkara-perkara hubungan intim antara laki-laki dengan perempuan. Persetubuhan atau hubungan seksual artinya secara prinsip adalah tindakan sanggama yang dilakukan oleh manusia. Akan tetapi dalam arti yang lebih luas juga merujuk pada tindakan-tindakan lain yang sehubungan atau menggantikan tindakan sanggama, jadi lebih dari sekedar merujuk pada pertemuan antar alat kelamin lelaki dan perempuan. Salah satu kebutuhan biologis manusia adalah kebutuhan untuk melakukan hubungan seks. Hubungan seks diibaratkan seperti suatu kegiatan olahraga yang membutuhkan tenaga dan otak yang fit serta stabil. Perubahan lain yang dapat terjadi pada aktivitas seks adalah pada masa hamil. Keinginan berhubungan seksual pada waktu hamil sebagian besar tidak berubah, bahkan sebagian kecil makin meningkat, berkaitan dengan meningkatnya hormon estrogen. Apakah seks aman dilakukan pada waktu hamil ? Yang dimaksud aman disini tentunya adalah keamanan buat sicabang bayi. Untuk itu kita harus mengetahui sudah memasuki stadium mana kehamilan tersebut. Berhubungan seks pada kehamilan itu boleh dilakukan dan tidak ada masalah tapi pada kasus-kasus tertentu ibu hamil dilarang atau harus membatasi untuk melakukan hubungan seksual selama kehamilan. Kasus-kasus kehamilan tersebut antara lain: riwayat kelahiran premature, ancaman keguguran, keluar cairan dari vagina yang tidak diketahui penyebnya, penyakit menular seksual,plasenta previa,dan lain-lain. Oleh karena itu hubungan seks waktu hamil, bukan merupakan halangan. Seorang wanita sehat dengan kehamilan normal bisa terus berhubungan seks sampai usia kandungannya mencapai 9 bulan, tanpa perlu takut melukai diri sendiri atau janinnya. Sebab, janin dilindungi rahim dan cairan ketuban di dalam rahim dan otot-otot kuat di sekitar rahim melindungi bayi dari guncangan. Bayi juga terlindung dari penetrasi penis karena adanya lapisan lendir tebal yang melindungi leher rahim dan membantu mencegah infeksi. Faktor yang mempengaruhi hubungan seksual pada kehamilan :

a.         Kelelahan

b.         Morning sickness (mual dan muntah)

c.         Perut membesar

d.         Ketegangan pada alat genitalia

e.         Payudara tegang

f.          Perdarahan

Pada trimester pertama biasanya gairah seks wanita hamil menurun karena mengalami mual, muntah, dan kelelahan yang akan mempengaruhi hasrat mereka untuk berhubungan seksual. Memasuki trimester kedua situasi dengan normal. Wanita ha,il juga lebih mudah terangsang dan lebih responsife secara seksual. Pada trimester ketiga, ketidaknyamanan fisik biasanya meningkat kembali.

Faktor emosional yang mempengaruhi dorongan seksual :

a.         Takut keguguran

b.         Takut orgasme

c.         Takut infeksi

Secara umum hubungan seksual tidak dianjurkan pada kasus-kasus kehamilan tertentu, misalnya :

a.         Ancaman keguguran atau riwayat keguguran.

b.         Placenta letak rendah (plasenta previa).

c.         Riwayat kelahiran premature.

d.         Perdarahan vagina atau keluar cairan yang tak diketahui penyebabnya serta kram.

e.         Dilatasi /pelebaran servik.

f.          STD atau penyakit seksual yang menular. Untuk kasus STD disarankan tidak melakukan hubungan seksual sampai STD sudah disembuhkan.

g.         Kesehatan ibu dan janin.

h.         Kebutuhan untuk bed rest.

i.          Infeksi pada kemaluan.

Untuk menangani masalah dalam hubungan seks saat hamil bisa diatasi dengan pemilihan posisi yang nyaman dalam melakukan hubungan seksual. Beberapa posisi yang baik dianjurkan untuk kehamilan adalah :

a.         Di usia kehamilan muda (0-12 minggu), posisi apapun masih sangat aman dan boleh dilakukan.

b.          Jika usia kandungannya di atas 12 minggu, ada baiknya istri mengonsultasikan ke dokter kandungan untuk melihat kondisi kehamilannya. Biasanya dalam usia kandungan ini, posisi menyamping (sideways), menungging (dog position), dan duduk (woman on back) masih aman dan lebih dianjurkan untuk dilakukan. Posisi ini masih nyaman bagi istri.

c.         Jika sudah mendekati usia 29-36 minggu (jelang persalinan), lebih dianjurkan untuk melakukan posisi miring (spooning ) atau duduk (sitting ,woman on top ). “Doggy style /rear entry juga masih boleh, tapi kalau Si Istri merasa perutnya keberatan atau sakit, coba tahan perutnya dengan bantal untuk mendapatkan posisi nyaman.

d.         Sideways (posisi menyamping)

e.         Pasutri berbaring menghadap satu sama lain. Buat berat badan dari perut mendukung rahim pada waktu yang sama. Keintiman akan lebih terasa karena pasutri saling berhadapan satu sama lain.

Keuntungan :

a.         Kontak fisik lebih banyak

b.         Nyaman atasi masalah panggul

c.         Penetrasi kurang

Kerugian :

a.         Daya dorong kurang

b.         Kurang bebas



Doggy Style (posisi menungging)

Posisi favorit wanita hamil ini memungkinkan penetrasi lebih dalam dan memberikan kesempatan untuk mendukung perut dan payudara (dengan bantal). Pasangan bisa berdiri atau berlutut di belakang Sang Istri.

Keuntungan :

a.         Paling banyak disukai

b.         Rangsang G-Spot paling baik

c.         Daya penetrasi tinggi

Kerugian :

a.         Nyeri lutut

b.         Kurang mesra – tidak berhadapan



Woman on Back (posisi duduk)

Persis seperti posisi misionaris, hanya tanpa tekanan ke perut atau rahim. Istri berbaring sambil mengangkat lutut ke arah dada, sedang suami berlutut di antara kaki istri. Jika merasa lelah, istri bisa mengistirahatkan kakinya ke dada suami sebagai tumpuan. Tempatkan bantal di bawah punggung istri agar lebih merasa nyaman. Usahakan jangan berbaring telentang (dengan kaki lurus) terlalu lama setelahnya, agar berat rahim tidak memblokir pembuluh darah yang masuk rahim dan kaki istri.

Keuntungan :

a.         Kendali pada wanita

b.         Rangsang klitoris lebih baik

c.         Daya penetrasi bisa diatur

Kerugian :

a.         Kurang nyaman bagi pria – penetrasi tidak maksimal

b.         Kurang mesra – kontak tubuh kurang



Spooning (posisi miring)

Posisi ini paling favorit dilakukan di tahap akhir kehamilan. Posisi istri memunggungi suami ini sangat nyaman bagi wanita hamil karena berat dari perutnya tidak mengganggunya saat berhubungan seks juga memungkinkan penetrasi yang dangkal (kadang penetrasi dalam tidak membuat wanita hamil nyaman di tahap akhir kehamilannya).

Keuntungan :

a.         Kontak fisik banyak

b.         Penetrasi baik dan perlahan

c.         Nyaman bagi yang bermasalah dengan sendi panggul

Kerugian :

a.         Daya ungkit kurang

b.         Kurang bebas bergerak

c.         Hindari posisi Wanita dalam keadaan terlentang oleh karena dapat menyebab Maternal hypotension syndrome.



Petunjuk aman untuk berhubungan seksual :

a.         Penetrasi penis yang dalam tidak boleh membuat ibu tidak nyaman.

b.         Tidak diperbolehkan untuk vaginal douching

c.         Pengertian dan empati

d.         Hindari bila ada Pecah ketuban,perdarahan,atau kontraksi rahim.

e.         Pada HIV gunakan kondom

f.          Bila gemelli (kehamilan kembar) jangan lakukan pada trimester III.



3.         ELIMINASI

Kebanyakan ibu hamil lebih sering ke kamar mandi untuk melakukan tindakaneliminasi. Salah satu alasan akan meningkatnya pembuangan air kemih adalah meningkatkanvolume cairan tubuh dan membaiknya efisiensi ginjal, yang membantu produk sisa dari tubuhdengan cepat. Alasan lainnya adalah adanya penekanan dari Rahim yang berkembang, yangmasih terletak di ronga panggul di sebelah kandung kemih. Tekanan pada kandung kemih iniseringkali mereda setelah Rahim naik ke rongga perut, pada sekitar bulan keempat. Mungkin hal ini tidak akan kembali sampai bayi kembali turun ke rongga panggul pada bulankesembilan. Karena pengaturan alat-alat di dalam tubuh berbeda pada setiap orang, makaderajat seringnya pengeluaran air kemih pada kehamilan juga bisa berbeda-beda. Kebutuhan Eliminasi adalah suatu kebutuhan yang dialami oleh setiap Ibu hamil yang berhubungan dengan BAK dan BAB karena terjadinya perubahan kondisi fisik yang terjadi pada masa kehamilan. Supaya BAK dan BAB tidak bermasalah maka ada hal – hal tertentu yang harus dilakukan supaya tidak mengalami gangguan BAK dan BAB :

a.         Eliminasi Urin

Eliminasi adalah proses pembuangan sisia metabolisme tubuh baik berupa urine atau alvi (buang air besar). Kebutuhan eliminasi terdiri dari atas dua, yakni eliminasi urine (kebutuhan buang air kecil) dan eliminasi alvi (kebutuhan buang air besar).

b.         Eliminasi Alvi (Defekasi)

Defekasi adalah proses pengosongan usus yang sering disebut buang air besar. Terdapat dua pusat ang menguasai refleks untuk defekasi, yang terletak di medula dan sumsum tulang belakang. Secara umum, terdapat dua macam refleks yang membantu proses defekasi yaitu refleks defekasi intrinsic dan refleks defekasi parasimpatis.

Kebutuhan Eliminasi pada Ibu Hamil pada trimester 1, 2 dan 3 yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut :

a.         Trimester I : Cukup karbohidrat, protein, lemak, vitamin mineral dan air.

b.         Trimester II : Jumlah karbohidrat dan protein tetap.

c.         Trimester III : Karbohidrat dikurangi, perbanyak sayur, buah – buahan segar, kenaikan Berat Badan tidak boleh lebih dari ½ kg perminggu.

Eliminasi yang terjadi pada IBU Hamil :

a.          Trimester I : Frekuensi BAK menigkat karena kandungan kencing tertekan oleh pembesaran uterus, BAB normal konsistensi lunak.

b.         Trimester II : Frekuensi BAK normal kembali karena uterus telah keluar dari rongga panggul.

c.         Trimester III : Frekuensi BAK meningkat karena penurunan kepala bayi, BAB sering obstipasi ( sembelit ) karena hormone progesteron meningkat.

Faktor-faktor yang mempengaruhi eliminasi urin dan alvi adalah

a.         Diet dan asupan

Jumlah dan tipe makanan merupakan faktor utama yang memengaruhi output urine (jumlah urine) dan defekasi. Protein dan natrium dapat menentukan jumlah urine yang dibentuk.Selain itu, minum kopi juga dapat meningkatkan pembentukan urine. Disamping itu makanan yang memiliki kandungan serat tinggi dapat membantu proses percepatan defekasi dan jumlah yang dikonsumsipun dapat memengaruhinya.

b.         Respon keinginan awal untuk berkemih

Kebiasaan mengabaikan keinginan awal utnuk berkemih dapat menyebabkan urin banyak tertahan di vesika urinaria, sehingga memengaruhi ukuran vesika urinaria dan jumlah pengeluaran urine

c.         Gaya hidup

Perubahan gaya hidup dapat memengaruhi pemenuhan kebutuhan eliminasi. Hal ini terkait dengan tersedianya fasilitas toilet. Hal ini dapat terlihat pada seseorang yang memiliki gaya hidup sehat/ kebiasaan melakukan eliminasi di tempat yang bersih atau toilet, etika seseorang tersebut buang air di tempat terbuka atau tempat kotor, maka akan mengalami kesulitan dalam proses defekasi.

d.         Stress psikologis

Meningkatkan stres dapat meningkatkan frekuensi keinginan berkemih. Hal ini karena meningkatnya sensitivitas untuk keinginan berkemih dan jumlah urine yang diproduksi.

e.         Tingkat perkembangan

Tingkat pertumbuhan dan perkembangan juga dapat memengaruhi pola berkemih. Hal tersebut dapat ditemukan pada anak, yang lebih mengalami mengalami kesulitan untuk mengontrol buang air kecil. Namun kemampuan dalam mengontrol buang air kecil meningkat dengan bertambahnya usia

f.          Asupan cairan

Pemasukana cairan yang kurang dalam tubuh membuat defekasi menjadi keras. Oleh karena itu, proses absopsi air yang kurang menyebabkan kesulitan proses defekasi.

g.         Kondisi penyakit

Kondisi penyakit dapat memengaruhi proses eliminasi, biasanya penyakit-penyakit tersebut berhubungan langsung dengan system pencernaan, seperti gastroenteristis atau penyakit infeksi lainnya, seperti diabetes mellitus.

h.         Kerusakan sensoris dan motoris

Kerusakan pada system sensoris dan motoris dapat memengaruhi proses defekasi karena dapat menimbulkan proses penurunan stimulasi sensoris dalam melakukan defekasi.

Hal-hal untuk mengatasi terjadinya Eliminasi pada masa kehamilan :

a.         BAK : Untuk melancarkan dan mengurangi infeksi kandung kemih yaitu dengan minum dan menjaga kebersihan sekitar alat kelamin.

b.         BAB : Perubahan hormonal mempengaruhi aktivitas usu halus dan usus besar sehingga pada Ibu Hamil sering mengalami obstipasi, untuk mengatasi dianjurkan meningkatkan aktivitas jasmani dan makan berserat.

c.         Menjaga kebersihan vulva setelah BAK/BAB bias dilakkukan dengan cara tidak hanya bagian luar saja yang dibersihkan tetapi juga lipatan – lipatan labia mayora dan minora serta vestibula.

Gangguan /masalah pada proses eleminasi :

a.         Gangguan/Masalah Kebutuhan Eliminasi Urine :

·                     Retensi urine,merupakan penumpukan urine dalam kandung kemih akibat ketidakmampuan kandung kemih untuk mengosongkan kandung kemih.

·                     Inkontinensia urine, merupakan ketidakmampuan otot sphincter eksternal sementara atau menetap untuk mengontrol ekskresi urine.

·                     Perubahan pola eliminasi urine, merupakan keadaan sesorang yang mengalami gangguan pada eliminasi urine karena obstruksi anatomis, kerusakan motorik sensorik, dan infeksi saluran kemih. Perubahan eliminasi terdiri atas : Frekuensi, Urgensi, Disuria, Poliuria, Urinaria supresi.

b.         Gangguan / Masalah Eliminasi Alvi

·                     Konstipasi merupakan keadaan individu yang mengalami atau beresiko tinggi mengalami statis usus besar sehingga mengalami eliminasi yang jarang atau keras, serta tinja yang keluar jadi terlalu kering dan keras.

·                     Diare merupakan keadaan individu yang mengalami atau beresiko sering mengalami pengeluaran feses dalam bentuk cair. Diare sering disertai kejang usus, mungkin ada rasa mula dan muntah.

·                     Kembung merupakan keadaan penuh udara dalam perut karena pengumpulan gas berlebihan dalam lambung atau usus.

4.         IMUNISASI

Pada masa kehamilan ibu hamil diharuskan melakukan imunisasi tetanus toksoid (TT). Gunanya pada antenatal dapat menurunkan kemungkinan kematian bayi karena tetanus. Ia juga dapat mencegah kematian ibu yang disebabkan oleh tetanus. Terutama imunisasi tetanus untuk melindungi bayi terhadap penyakit tetanus neonatorum. Imunisasi dilakukan pada trimester I / II pada kehamilan 3 – 5 bulan dengan interval minimal 4 minggu. Lakukan suntikan secara IM (intramuscular) dengan dosis 0,5 mL. imunisasi yang lain dilakukan dengan indikasi yang lain. Menurut WHO seorang ibu tidak pernah diberikan imunisasi tetanus, sedikitnya 2x injeksi selama kehamilan ( I pada saat kunjungan antenatal I dan II pada 2 minggu kemudian ). Jadwal pemberian suntikan tetanus adalah :

a.         TT 1 selama kunjungan antenatal I

b.         TT 2 → 4 minggu setelah TT 1

c.         TT 3 → 6 minggu setelah TT 2

d.         TT 4 → 1 tahun setelah TT 3

e.         TT 5 → 1 tahun setelah TT 4

Karena imunisasi ini sangat penting, maka setiap ibu hamil hendaknya mengetahui dan mendapat informasi yang benar tentang imunisasi TT. Petugas kesehatan harus berusaha program ini terlaksana maksimal dan cepat.

5.         PERSONAL HYGINE

Kebersihan badan mengurangi infeksi, puting susu harus dibersihakan kalau terbasahi oleh kolostrum. Perawatan gigi harus dilakukan karena gig yang bersih menjamin pencernaan yang sempurna. Personal hygine yang perlu diperhatikan :

a.         Perawatan rambut

b.         Perawatan gigi

c.         Mandi untuk menjaga kebersihan kulit,mencegah infeksi

d.         Perawatan payudara

e.         Perawatan vulva danan vagi

Manfaat Personal Hygiene Dan Aktivitas Pada Ibu Hamil :

a.         Dengan mandi dan membersihkan badan, ibu akan mengurangi kemungkinan adanya kuman yang masuk selama ibu hamil. Hal ini mengurangi terjadinya infeksi, khususnya sesudah melahirkan.

b.         Ibu akan merasa nyaman selama menjalani proses persalinan :

·                     Saat ini, ibu yang akan melahirkan, tidak di-huknah untuk mengeluarkan feses.

·                     Bulu kemaluan tidak dicukur seluruhnya, hanya bagian yang dekat anus yang akan dibersihkan, karena hal tersebut akan mempermudah penjahitan jika ibu ternyata diepisiotomi.

·                     Selama menunggu persalinan tiba, ibu diperbolehkan untuk berjalan-jalan di sekitar kamar bersalin.

·                     Ibu boleh minum dan makan makanan ringan, disarankan untuk tidak mengkonsumsi makanan yang berbau menyengat seperti petai dan jengkol.

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam personal hygiene pada ibu hamil adalah dimulai dari kebersihan rambut dan kulit kepala, kebersihan payudara, kebersihan pakaian, kebersihan vulva, kebesihan kuku tangan dan kaki.

a.         Kebersihan Rambut & Kulit Kepala

Rambut berminyak cenderung menjadi lebih sering selama kehamilan karena overactivity kelenjar minyak kulit kepala dan mungkin memerlukan keramas lebih sering. Rambut bisa tumbuh lebih cepat selama kehamilan dan mungkin memerlukan pemotongan lebih sering. Menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala pada ibu hamil sangatlah penting. Disarankan ibu hamil untuk mencuci rambut secara teratur guna menghilangkan segala kotoran, debu, dan endapan minyak yang menumpuk pada rambut kita membantu memberikan stimulasi sirkulasi darah pada kulit kepala dan memonitor masalah-masalah pada rambut dan kulit kepala. Dengan keramas, dimana cara ini dapat membersihkan kotoran yang menyumbat pori-pori di kulit kepala yang bisa menghambat pertumbuhan rambut. Selain itu, keramas juga merupakan kegiatan pemijatan yang baik pada kulit kepala ibu hamil untuk menstimulasi dan menyediakan jalan rambut baru untuk tumbuh dengan mudah.

b.         Kebersihan Gigi dan Mulut

Ibu hamil harus memperhatikan kebersihan gigi dan mulut untuk menjaga dari semua kotoran dari sisa makanan yang masih tertinggal didalam gigi yang mengakibatkan kerusakan pada gigi dan bau mulut. Tidak ada dokumentasi yang mendukung peningkatan rongga gigi selama kehamilanKebersihan dan perawatan gigi dapat dilakukan dengan oral hygiene dengan menggunakan sikat dan pasta gigi, sedangkan kebersihan area mulut dan lidah bisa dilakukan dengan menggunakan kasa yang dicampur dengan antiseptik. Penjadwalan untuk trimester pertama terkait dengan hiperemesis dan ptyalisme (produksi liur yang berlebihan) sehingga kebersihan rongga mulut haruis selalu terjaga, misalnya pencegahan caries pada gigi. Sedangkan pada trimester ketiga, terkait dengan adanya kebutuhan kalsium untuk pertumbuhan janin sehingga perlu diketahui apakah terdapat pengaruh yang merugikan pada gigi ibu hamil. Dianjurkan untuk selalu menyikat gigi setelah makan karena ibu hamil sangat rentan terhadap terjadinya carries dan ginggivitis. Akan tetapi, jika kebersihan mulut terpelihara dengan baik selama kehamilan, perubahan mencolok pada jaringan gusi jarang terjadi. Keadaan klinis jaringan gusi selama kehamilan tidak berbeda jauh dengan jaringan gusi ibu yang tidak hamil, di antaranya :

a.         Warna gusi, jaringan gusi yang mengalami peradangan berwarna merah terang sampai kebiruan, kadang-kadang berwarna merah tua.

b.         Kontur gusi, reaksi peradangan lebih banyak terlihat di daerah sela-sela gigi dan pinggiran gusi terlihat membulat.

c.         Konsistensi, daerah sela gigi dan pinggiran gusi terlihat bengkak, halus dan mengkilat. Bagian gusi yang membengkak akan melekuk bila ditekan, lunak, dan lentur.

d.         Risiko perdarahan, warna merah tua menIbukan bertambahnya aliran darah, keadaan ini akan meningkatkan risiko perdarahan gusi.

e.         Luas peradangan, radang gusi pada masa kehamilan dapat terjadi secara lokal maupun menyeluruh. Proses peradangan dapat meluas sampai di bawah jaringan periodontal dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada struktur tersebut.

c.         Kebersihan Payudara

Pemeliharaan payudara juga penting, puting susu harus dibersihkan kalau terbasahi oleh colustrum. Kalau dibiarkan dapat terjadi edema pada puting susu dan sekitarnya. Puting susu yang masuk diusahakan supaya keluar dengan pemijatan keluar setiap kali mandi. Payudara perlu dipersiapkan sejak sebelum bayi lahir sehingga dapat segera berfungsi dengan baik pada saat diperlukan. Pengurutan payudara untuk mengeluarkan sekresi dan membuka duktus dan sinus lateferus sebaiknya dilakukan secara hati-hati dan benar karena pengurutan yang salah dapat menimbulkan kontraksi pada rahim sehingga terjadi kondisi seperti pada uji kesejahteraan janin menggunakan uterotonika. Basuhan lembut setiap hari pada areola dan puting susu akan dapat mengurangi retak dan lecet pada area tersebut. Untuk sekresi yang mengering pada puting susu, lakukan pembersihan dengan menggunakan campuran gliserin dan alkohol. Karena payudara menegang, sensitif dan menjadi lebih berat maka sebaiknya gunakan penopang payudara yang sesuai (brassiere).

d.         Kebersihan Vulva

Vulva hygiene adalah membersihkan vulva dan daerah sekitarnya pada pasien wanita yang sedang nifas atau tidak dapat melakukannya sendiri. Pasien yang harus istirahat di tempat tidur (misalnya, karena hipertensi, pemberian infus, section caesarea) harus dimandikan setiap hari dengan pencucian daerah perineum yang dilakukan dua kali sehari dan pada waktu sesudah selesai membuang hajat. Meskipun ibu yang akan bersalin biasanya masih muda dan sehat, daerah daerah yang tertekan tetap memerlukan perhatian serta perawatan protektif. Wanita yang hamil jangan melakukan irrigasi vagina kecuali dengan nasihat dokter karena irrigasi dalam kehamilan dapat menimbulkan emboli udara. Hal – hal yang harus diperhatikan adalah :

·                     Celana dalam harus kering.

·                     Jangan gunakan obat / menyemprot ke dalam vagina.

·                     Sesudah bab / bak dilap dengan lap khusus.

·                     Setelah ibu mampu mandi sendiri (idealnya, dua kali sehari), biasanya daerah perineum dicuci sendiri dengan menggunakan air dalam botol atau wadah lain yang disediakan khusus untuk keperluan tersebut.

e.         Kebersihan Kuku Tangan dan Kaki

Menjaga kebersihan kuku merupakan salah satu aspek penting dalam mempertahankan perawatan diri, melalui kuku berbagai kuman dapat masuk kee dalam tubuh, untuk itu seharusnya kuku tetap dalam keadaan sehat dan bersih. Secara anatomis kuku terdiri atas dasar kuku, badan kuku, dinding kuku, kantung kuku, akar kuku, dan lunula.  Kondisi normal kuku ini dapat terlihat halus, tebal kurang lebih 0,5 mm, transparan, dasar kuku berwarna warna merah muda. Masalah/gangguan pada kuku :

·                     Ingrown Nail

Kuku tangan yang tidak tumbuh-tumbuh dan dirasakan sakit pada dacrah tersebut.

·                     Paronychia

Radang di sekitar jaringan kuku.

·                     Ram's Horn Nail

Gangguan kuku yang ditIbui pertumbuhan yang lambat discrtai kerusakan dasar kuku atau infeksi.

·                     Bau Tidak Sedap

Reaksi mikroorganisme yang menyebabkan bau tidak sedap.

f.          Kebersihan Kulit

Kelenjar kulit mungkin lebih aktif selama kehamilan dan pasien mungkin cenderung lebih berkeringat. Baths terapi - melemaskan otot-otot tegang dan lelah, membantu insomnia counter, dan membuat pasien merasa segar dan berbau manis. Baths dapat menimbulkan masalah manuver fisik yang meningkatkan kemungkinan jatuh di akhir kehamilan; shower direkomendasikan, tetapi dengan hati-hati saat masuk dan keluar dan bergerak di dalam kamar mandi.

g.         Kebersihan Pakaian

Selama kehamilan, pakaian harus diberikan sama atau mungkin bahkan lebih sedikit perhatian dari pada waktu lain.  Pakaian harus ringan, nonconstrictive, disesuaikan, penyerap, dan meningkatkan rasa kesejahteraan pasien.

Faktor Yang Mempengaruhi Personal Hygiene :

a.         Body image

Adalah gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri misalnya karena adanya perubahan fisik pada ibu hamil sehingga ibu hamil tidak peduli terhadap kebersihannya.

b.         Praktik social

Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola personal hygiene.

c.         Status sosial ekonomi

Personal hygiene pada ibu hamil memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, sampo, alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya.

d.         Pengetahuan

Pengetahuan personal hygiene pada ibu hamil sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan pada ibu hamil itu sendiri.

e.         Kebiasaan

Adalah ada kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan dirinya seperti penggunaan sabun, sampo dll.

f.          Kondisi fisik

Pada kondisi fisik ibu hamil, kemampuan untuk merawat diri berkurang, sehingga memerlukan bantuan untuk melakukannya.

Dampak Yang Sering Timbul Pada Masalah Personal Hygiene :

a.         Dampak fisik

Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. Gangguan fisik yang sering terjadi pada ibu hamil adalah gangguan sistem perkemihan sehingga daerah genetal kurang diperhatikan, gangguan membrane mukosa mulut yaitu terjadi hipersalivasi yang menyebabkan caries gigi, gangguan fisik pada kuku, rambut mudah berkeringat sehingga menyebabkan gatal dan bau pada rambut.

b.         Dampak psikososial

Masalah sosial yang berhubungan dengan personal hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan harga diri, aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial.

6.         SENAM HAMIL

Senam hamil merupakan kebutuhan aktifitas fisik, pada kegiatan ini terjadi peningkatan metabolisme yang pada dasarnya dengan peningkatan metabolisme diperlukan peningkatan penyediaan oksigen sehingga senam hamil akan meningkatkan kebutuhan oksigen. Penanggulangan aspek fisik dari persalinan dan pemeliharaan kehamilan yang bertujuan melindungi ibu dan anak adalah dengan jalan memberikan bimbingan pada ibu hamil dalam persiapan persalinan yang fisiologis melalui penerangan, berdiskusi, dan memberikan latihan fisik kepada wanita hamil. “Senam adalah terapi latihan gerak untuk mempersiapkan seorang ibu hamil baik fisik maupun mental pada persalinan yang aman, spontan dan lancar sesuai waktu yang diharapkan”. Pada prinsipnya senam hamil adalah exercise therapy atau terapi latihan yang merupakan bagian dari ilmu fisioterapi yang dilaksanakan dibagian obstetric pada ibu hamil oleh seorang fisioterapis.
Senam yang dilakukan oleh ibu hamil pada setiap semester. Senam hamil penting bagi seorng ibu yang sedang mempersiapkan diri untuk persalinan terutama untuk ibu dengan usia kandungan lebih dari 20 minggu.

1.          Tujuan

a.         Menguasai tehnik pernafasan

b.         Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut

c.         Melatih sikap tubuh selama hamil

d.         Melatih relaksasi sempurna dengan latihan kontraksi dan relaksasi

e.         Ibu dapat melahirkan tanpa penyulit  sehingga ibu dan bayi sehat setelah persalinan

2.         Manfaat

a.         Memperkuat dan mempertahankan kelenturan otot-otot dinding perut dan dasar panggul yang penting dalam proses persalinan

b.         Melatih sikap tubuh guna menghindari /memperingan keluhan-keluhan seperti sakit

c.         Perempuan mengandung yang mengikuti senam hamil diharapkan dapat menjalani persalinan secara lancar, dapat memanfaatkan tenaga dan kemampuan sebaik-baiknya sehingga proses persalinan normal langsung relatif cepat.

d.         Membuat tubuh lebih rileks(membantu mengatasi stress dan rasa sakit akibat his ketika bersalin

7.         PAKAIAN

Pakaian yang baik untuk dikenakan pada ibu hamil harus nyaman, mudah menyerap keringat, mudah dicuci, tanpa sabuk atau pita yang menekan dibagian perut atau pergelangan tangan, pakaian juga tidak baik terlalu ketat dileher, stoking tungkai yang sering digunakan oleh sebagian wanita tidak dianjurkan karena dapat menghambat sirkulasi darah. Pakaian wanita hamil harus ringan dan menarik karena wanita hamil tubuhnya akan bertambah menjadi besar. Sepatu harus terasa pas, enak dan aman, sepatu bertumit tinggi dan berujung lancip tidak baik bagi kaki, khususnya pada saat kehamilan ketika stabilitas tubuh terganggu dan cedera kaki yang sering terjadi. Pakaian Yang Memenuhi Kriteria Pada Ibu Hamil :

a.         Nyaman

pakaian sebaiknya tidak ada penekanan-penekanan pada bagian tertentu sehingga ibu tidak dapat bebas bergerak.

b.         Longgar

bukan berarti pakai baju yang terlalu besar, tapi yang dapat bergerak bebas.

c.         Tidak tebal

pakaian tebal akan menimbulkan rasa panas dan keluarnya keringat sehingga tidak bebas bergerak.

d.         Menarik

e.         Menyerap keringat

karena pada ibu hamil banyak keringat, maka dianjurkan memakai pakaian yang menyerap keringat. Disini ditekankan pada bahan dasarnya

Cara memilih busana untuk ibu hamil :

a.         Sebaiknya pilih ukuran busana yang bisa disesuaikan dengan bentuk tubuh yang akan semakin membesar. Model dengan karet di bagian dada serta ikatan tali yang bisa disesuaikan dengan ukuruan tubuh, bisa menjadi pilihan yang tepat.

b.         Pilih busana yang simple bagi ibu hamil. Karena selain membuat nyaman, busana dengan model simple juga akan lebih mudah dipermak.

c.         Karena metabolisme wanita hamil lebih tinggi dari pada biasanya, maka tubuh akan terasa lebih hangat. Dengan begitu pilihlah bahan bahan katun yang tipis, bahan tenunan yang membuat merasa sejuk.

d.         Setelah memiliki busana hamil yang tepat, belilah celana atau rok sebagai padanan yang pas. Jika kehamilan telah memasuki trimester kedua, berarti badan akan semakin membesar. Untuk itu, gunakan celana khusus wanita hamil yang telah dirancang secara khusus karena menggunakan karet dan memiliki kantung untuk perut.

Pakaian pada ibu hamil :

a.         BH

Desain BH harus disesuaikan agar dapat menyangga payudara dan nyeri punggung yang tambah menjadi besar pada kehamilan dan memudahkan ibu ketika akan menyusui. BH harus memiliki ukuran tali yang besar sehingga tidak terasa sakit dibahu. Pemakaian BH dianjurkan terutama pada kehamilan dibulan ke 4 sampai ke 5 , jika sudah mulai terbiasa, sudah dapat menggunakan BH tipis atau tidak memakai BH sama sekali jika tanpa BH terasa lebih nyaman. BH katun biasa dan BH nylon.

b.         Korset

Yang khusus untuk ibu hamil dapat membantu menekan perut bawah yang melorot dan mengurangi nyeri punggung. Korset ibu hamil didesain untuk meyangga bagian perut diatas sympisis pubis disebelah depan dan masing-masing di sisi bagian tengah pinggang disebelah belakang. Pemakaian korset tidak boleh menimbulkan tekanan (selain menyangga dengan ketat tapi lembut) pada perut yang membesar dan dianjurkan pada wanita hamil yang mempunyai tonus otot perut yang rendah. Untuk kehamilan dapat menimbulkan ketidak nyamanan dan tekanan pada uterus dan wanita hamil tidak dianjurkan untuk mengenakannya.



8.         OKSIGEN

Ibu hamil membutuhkan udara yang bersih bebas dari polusi. Kebutuhan Oksigen Bagi Ibu Selama Kehamilan Trimester I, II, dan III. Oksigen (O2) merupakan kunci segala kehidupan. Kita bisa hidup beberapa hari tanpa makanan dan air, tetapi tidak dapat hidup selama 4 menit saja tanpa oksigen. Bahkan sel-sel otak kita akan mati bila dalam waktu 15 detik tanpa adanya oksigen. Setiap sel didalam tubuh manusia membutuhkan oksigen, untuk membelah, untuk bertumbuh dan untuk sel tetap hidup. Pada dasarnya, kebutuhan oksigen pada manusia adalah sama, termasuk pada wanita yang sedang mengandung/hamil. Betapa pentingnya oksigen bagi kehidupan menjadikan oksigen tersebut menjadi perhatian khusus terlebih pada ibu hamil. Hal ini dikarenakan keadaan ibu hamil harus lebih ketat diperhatikan segala sesuatu yang dikonsumsinya, agar tidak mengganggu dan merusak kondisi janin. Pada ibu hamil, kebutuhan oksigen meningkat dari 500 ml menjadi 700 ml dan ini relatif sama dari trimester I, II dan III. Hal ini merupakan hal yang wajar, karena konsumsi oksigen pada ibu hamil meningkat seiring dengan bertambahnya kebutuhan untuk dirinya dan janin yang dikandungnya. Oksigen yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah oksigen yang sehat dan termasuk dalam kriteria oksigen yang baik. Adapun kriteria oksigen yang baik dan dibutuhkan oleh ibu hamil adalah sebagai berikut :

a.         Bersih dan Segar

Kriteria oksigen ini bisa didapatkan pada tempat yang bersih dan asri. Oleh karena itu, ibu yang sedang hamil dianjurkan untuk berolah raga pada pagi hari ( jalan pagi), hal ini dimaksudkan agar konsumsi oksigen yang masih bersih dan segar dapat berlangsung. Oksigen kotor yang didapatkan sebelumnya bertukar dengan oksigen yang segar dan bersih.

b.         Tidak Berpolusi dan Kotor

Dengan semakin banyaknya jumlah kendaraan bermotor menjadikan semakin rentannya oksigen yang kita hirup mengandung zat yang berbahaya buat tubuh, mulai dari udara yang mengandung timbel sampai yang mengandung residu. Polusi udara dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia melalui berbagai cara, antara lain dengan merangsang timbulnya atau sebagai faktor pencetus sejumlah penyakit. Kelompok yang terkena terutama bayi, orang tua dan golongan berpenghasilan rendah biasanya tinggal di kota-kota besar dengan kondisi perumahan dan lingkungan yang buruk. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa seorang ibu hamil dianjurkan untuk menghindari tempat yang berpolusi, agar tidak menghirup oksigen yang telah tercemar yang dapat mengganggu perkembangan janin didalam rahimnya.

c.         Tidak Bau

Adapun alasan kenapa seorang ibu hamil tidak diperbolehkan menghirup udara yang berbau dikarenakan indera penciuman seorang ibu hamil semakin sensitif yang tidak tahan terhadap bau yang kuat. Si ibu hamil akan muntah karena tidak tahan menghirup oksigen yang berbau. Apabila berlanjut dapat mengganggu kondisi kesehatannya dan janin yang dikandungnya. Untuk itu seorang ibu hamil harus menghindari tempat keramaian yang memiliki kualitas oksigen yang buruk, seperti terminal, ataupun ruangan yangsering digunakan untuk merokok.

B.        TANDA BAHAYA IBU HAMIL TRIMESTER II

            1.         PERDARAHAN PERVAGINAM

Perdarahan pada kehamilan setelah 22 minggu sampai sebelum bayi dilahirkan disebut sebagai perdarahan pada kehamilan lanjut atau perdarahan antepartum.

 Gejala dan tanda utama
Faktor predisposisi
Penyulit lain
Diagnosis
Perdarahan tanpa nyeri, usia gestasi >22 minggu
Darah segar atau kehitaman dengan bekuan
Perdarahan dapat terjadi setelah miksi atau defekasi, aktivitas fisik, kontraksi koitus
Grande multipara
Syok
Aperdarhan setelah koitus
Tidak ada kontraksi uterus
Bagian terndah janin tidak masuk PAP
Kondisi janin normal atau terjadi gawat janin
Plasenta previa
Perdarahan dengan nyeri intermitten atau menetap
Warna darah kehitaman dan cair tetapi mungkin ada bekuan jika solisio relatif baru
Jika ostium terbuka terjadi perdarahan warna merah segar
Hipertensi
Versi luar
Trauma abdomen
Poligidramnion
Gemelli
Defisiensi gizi
Syok yang tidak sesuai dengan jumlah darah yang keluar
Anemia berat
Melemah atau hilangnya gerakan janin
Gawat janin atau hilangnya denyut jantung janin
Uterus tegang dan nyeri
Solusio plasenta


Solusio plasenta juga berkaitan dengan perdarahan pervaginam yaitu terlepasnya plasenta yang letaknya normal pada korpus uteri sebelum janin lahir. Biasanya terjadi pada trimester ketiga, walaupun dapat pula terjadi setiap saat dalam kehamilan. Kehamilan dapat lepas sebagian atau seluruhnya. Bila plasenta yang terlepas seluruhnya disebut solusio plasenta totalis. Bila hanya sebagian disebut solusio plasenta parsialis atau bisa juga hanya sebagian kecil pinggir plasenta yang lepas disebut rupture sinus marginalis.
Perdarahan yang terjadi karena lepasnya plasenta ini dapat mengalir keluar yaitu pada solusio plasenta dengan perdarahan keluar. Sedangkan pada solusio plasenta dengan perdarahan tersembunyi dibelakang plasenta. Dapat pula terjadi kedua-duanya atau perdarahanya menembus selaput ketuban masuk kedalam kantung ketuban. Selain solusio plsenta juga terdapat plasenta previa yang merupakan plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruhnya pembukaan jalan lahir. Pada keadaan normal plasenta terletak pada bagian atas uterus. Plasenta dapat menutupi seluruhnya pembukaan jalan lahir yang disebut plasenta previa totalis, apabila sebagian jalan lahir yang tertutup jaringan plasenta maka disebut plasenta previa parsialis. Sedangkan apabila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan disebut plasenta previa marginalis. Penyebab utama pada perdarahan antepartum adalah solusio plasenta dan plasenta previa. Selain kedua penyebab utama tersebut, perdarahan pada kehamilan lanjut dapat pula disebabkan oleh hal lain misalnya ruptur uteri atau gangguan pembekuan darah.




Gejala dan tanda utama
Faktor predisposisi
Penyulit lain
Diagnosis
Perdarahan intra abdominal dan atau vaginal
Nyeri hebat sebelum perdarahan dan syok yang kemudian hilang setelah terjadi regangan hebat pada perut bawah
Riwayat SC
Partus lama atau kasep
Disproporsi kepala
Kelainan letak/presentasi
Persalinan traumatik
Syok atau takhikardia
Adanya cairan bebas intra abdominal
Hilangnya gerak dan DJJ
Bentuk uterus abnormal atau kontumnya tidak jelas
Nyeri raba atau tekan diding perut dan bagian janin mudah dipalpasi
Rupture uteri
Perdarahan berwarna merah segar
Uji pembekuan darah tidak menunjukkan adanya bekuan darah setelah 7 menit
Rendahnya faktor pembekuan darah, fibrinogen, trombosit, fragmentasi sel darah merah
Solusio plasenta
Janin mati dalam rahim
Eklampsia
Emboli air ketuban
Perdarahan gusi
Gambaran memar bawah kulit
Perdarahan dari tempat suntikan dan jarum infuse
Gangguan penbekuan darah











            2.         PUSING KEPALA BERAT

            3.         PEMBENGKAKAN PADA KAKI DAN TANGAN

            4.         KELUAR KETUBAN SEBELUM WAKTUNYA

Pengeluaran cairan pervaginam pada kehamilan lanjut merupakan kemungkinan mulainya persalinan lebih awal. Bila pengeluaran berupa mucus bercampur darah dan mungkin disertai mules, kemungkinan persalinan akan dimulai lebih awal. Bila pengeluaran berupa cairan, perlu diwaspadai terjadinya ketuban pecah dini (KPD). Untuk menegakkan diagnosis KPD perlu diperiksa apakah cairan yang keluar tersebut adalah cairan ketuban. Pemeriksaan  dilakukan dengan menggunakan speculum untuk melihat darimana asal cairan, kemudian pemeriksaan reaksi pH basa. Keluarnya cairan berupa air dari vagina setelah kehamilan 22 minggu, ketuban dinyatakan pecah dini jika terjadi sebelum proses persalinan berlangsung. Pecahnya selaput ketuban dapat terjadi pada kehamilan preterm sebelum kehamilan 37 minggu maupun kehamilan aterm.

Penanganan umum:

1.         Konfirmasi usia kehamilan, kalau ada dengan USG

2.         Dilakukan pemeriksaan inspekulo (dengan speculum DTT) untuk menilai cairan yang keluar (jumlah, warna,bau) dan membedakan dengan urin.

3.         Jika ibu mengeluh perdarahan akhir kehamilan (setelah 22 minggu), jangan lakukan pemeriksaan dalam secara digital.

4.         Mengobservasi tidak ada infeksi

5.         Mengobservasi tanda–tanda inpartu (Saifuddin, 2002: 112)

Komplikasi :

1.         Perdarahan pervaginam dengan nyeri perut, pikirkan solusio plasenta

2.         Tanda–tanda infeksi (demam, cairan vagina berbau)

3.         Jika terdapat his dan darah lendir, kemungkinan terjadi persalinan preterm



            5.         GERAKAN BAYI BERKURANG

Apabila ibu hamil tidak merasakan gerakan janin sesudah usia kehamilan 22 minggu atau selama persalinan, maka waspada terhadap kemungkinan gawat janin atau bahkan kematian janin dalam uterus.Gerakan janin berkurang atau bahkan hilang dapat terjadi pada solusio plasenta dan ruptur uteri. Menurut Sadovsky jumlah rata-rata pergerakan fetus perminggu adalah 50-950 gerakan. Variasi hariannya yang paling rendah adalah 4-10 per 12 jam pada kehamilan normal.

Gejala dan tanda yang selalu ada
Gejala dan tanda yang kadang ada
Diagnosis kemungkinan
Gerakan janin berkurang atau hilang
Nyeri perut hilang timbul atau menetap
Perdarahan pervaginam sesudah 22 minggu
Syok
Uterus tegang atau kaku
Gawat janin atau DJJ tidak terdengar
Solusio placenta
Gerakan janin berkurang atau hilang
DJJ abnormal (<100/menit atau >180/menit)
Cairan ketuban bercampur dengan mekonium
Gawat janin
Gerakan janin/DJJ hilang
Tanda-tanda kehamilan berhenti
Tinggi fundus uteri berkurang
Pembesaran uterus berkurang
Kematian janin
Gerakan janin dan DJJ          tidak                  ada
Perdarahan
Nyeri perut hebat
Syok
Perut kembung atau cairan bebas intra abdominal
Kontur uterus abdominal
Abdomen nyeri
Bagian-bagian janin teraba
Denyut nadi ibu cepat
Rupture uteri




8.Kejang

Pada umumnya kejang didahului oleh makin memburuknya keadaan dan terjadinya gejala–gejala sakit kepala, mual, nyeri ulu hati sehingga muntah. Bila semakin berat, penglihatan semakin kabur, kesadaran menurun kemudian kejang. Kejang dalam kehamilan dapat merupakan gejala dari eklamsia. Penanganan umum:
1. Baringkan pada sisi kiri tempat tidur arah kepala ditinggikan sedikit untuk mengurangi kemungkinan aspirasi secret, muntahan, atau darah

2.Bebaskan jalan nafas

3.Hindari jatuhnya pasien dari tempat tidur

4.Lakukan pengawasan ketat 

Komplikasi

Komplikasi yang dapat timbul antara lain: syok, eklamsia, hipertensi, proteinuria 



9.Demam Tinggi

Ibu hamil menderita deman dengan suhu tubuh lebih 38° C dalam kehamilan merupakan suatu masalah. Demam tinggi dapat merupakan gejala adanya infeksi dalam kehamilan.Penanganan umum: demam tinggi dapat ditangani dengan: istirahat baring, minum banyak, kompres untuk menurunkan suhu. 

Komplikasi yang ditimbulkan akibat mengalami demam tinggi antara lain: sistitis (infeksi kandung kencing), pielonefritis Akut (infeksi saluran kemih atas).



Kebutuhan Pengetahuan Tentang Tanda - Tanda Bahaya Kehamilan pada Ibu Hamil Trimester 1,2,3




Tanda-tanda bahaya kehamilan adalah gejala yang menunjukkan bahwa ibu dan bayi dalam keadaan bahaya kehamilan. Namun kehamilan yang normal dapat berubah menjadi patologi. Salah satu asuhan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk menapis adanya risiko ini yaitu melakukan pendeteksian dini adanya komplikasi/ penyakit yang mungkin terjadi selama hamil muda.



Tanda-tanda bahaya kehamilan pada TM 1 yang perlu ibu ketahui yaitu

1) Mual muntah berlebihan

Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang wajar dan sering kedapatan pada kehamilan trimester I. Mual biasa terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap saat dan malam hari. Gejala–gejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu.



Mual dan muntah terjadi pada 60-80 % primigravida dan 40-60 % multigravida. Satu diantara seribu kehamilan, gejala–gejala ini menjadi lebih berat. Perasaan mual ini disebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan HCG dalam serum. Pada umumnya wanita dapat menyesuaikan dengan keadaan ini, meskipun demikian gejala mual muntah yang berat dapat berlangsung sampai 4 bulan. Pekerjaan sehari-hari menjadi terganggu dan keadaan umum menjadi buruk.Keadaan inilah disebut hiperemisis gravidarum. Keluhan gejala dan perubahan fisiologis menentukan berat ringanya penyakit.



Mual muntah dapat diatasi dengan:




  1. Makan sedikit tapi sering
  2. Hindari makanan yang sulit dicerna dan berlemak
  3. Jaga masukan cairan, karena cairan lebih mudah ditolelir daripada makanan padat.
  4. Selingi makanan berkuah dengan makanan kering. Makan hanya makanan kering pada satu waktu makan, kemudian makanan berkuah pada waktu berikutnya.
  5. Jahe merupakan obat alami untuk mual. Cincang dan makan bersama sayuran serta makanan lain.
  6. Isap sepotong jeruk yang segara ketika merasa mual
  7. Hindari hal–hal yang memicu mual, seperti bau, gerakan atau bunyi
  8. Istirahat cukup
  9. Hindari hal–hal yang membuat Anda berkeringat atau kepanasan, yang dapat memicu rasa mual

Komplikasi jikaseseorangitumuntahterusmenerusadalah perdarahan pada retina yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah ketika penderita muntah.



2) Perdarahan pervaginam

Perdarahan yang terjadi pada masa kehamilan kurang dari 22 minggu. Pada masa kehamilan muda, perdarahan pervaginam yang berhubungan dengan kehamilan dapat berupa: abortus, kehamilan mola, kehamilan ektopik.



Penanganannya dapat berupa Siapkan fasilitas tindakan gawat darurat, lakukan pemeriksaan secara cepat keadaan umum ibu, termasuk tanda vital (nadi, tekanan darah, respirasi, dan temperatur). Jika dicurigai adanya syok, segera lakukan tindakan meskipun tanda–tanda syok belum terlihat. Ingat bahwa saat melakukan evaluasi lebih lanjut kondisi ibu dapat memburuk dengan cepat. Jika terjadi syok, sangat penting untuk segera memulai penanganan syok, yaitu pasang infus dan berikan cairan intravena. Lakukan restorasi cairan darah sesuai dengan keperluan. Perdarahan ringan membutuhkan waktu lebih dari lima menit untuk membasahi pembalut atau kain bersih. Perdarahan berat membutuhkan waktu kurang dari lima menit untuk membasahi pembalut atau kain bersih.

Macam–macam perdarahan pervaginamyaitu:

1. Abortus

2. Kehamilan Mola


Abortus adalah berakhirnya suatu kehamilan pada atau sebelum kehamilan tersebut berusia 22 minggu atau buah kehamilan belum mampu hidup diluar kandungan.

Macam-macamabortusyaitu:

A. Abortus Imminens

Abortus imminens adalah peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu, hasil konsepsi masih didalam uetrus dan tanpa adanya dilatasi serviks.



Diagnosis abortus imminens ditentukan bila pada wanita hamil terjadi perdarahan melalui ostium uteri eksternum, disertai mules-mules sedikit atau tidak sama sekali, besarnya uterus sesuai dengan usia kehamilan, serviks belum membuka, dan tes kehamilan positif.Penanganan: tidak perlu pengobatan khusus atau tirah baring total, jangan melakukan aktivitas fisik berlebihan atau hubungan sek sual, jika: perdarahan berhenti lakukan asuhan antenatal seperti biasa. Lakukan penilaian jika perdarahan terjadi lagi.Perdarahan terus berlangsung nilai kondisi janin (uji kehamilan atau USG) lakukan konfirmasi kemungkinan adanya penyebab lain.



B. Abortus Insipiens 

 Abortus insipiens adalah peristiwa perdarahan uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan adanya dilatasi serviks uteri yang meningkat, tetapi hasil konsepsi masih dalam uterus. Rasa mules labih sering dan kuat, perdarahan bertambah.Penanganannya: bila ada tanda–tanda syok maka atasi dulu dengan pemberian cairan dan tranfusi darah. Kemudian keluarkan jaringan secepat mungkin dengan metode digital dan kuretase. Setelah itu beri obat–obat uterotonika dan antibiotika.



C. Abortus Inkomplit

 Abortus inkomplit adalah pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan masih ada sisa teringgal didalam serviks. Pada pemeriksaan vaginam, kanalis servikalis terbuka dan jaringan dapat diraba dalam cavum uteri atau kadang-kadang sudah menonjol dari ostium uteri eksternum.



Perdarahan yang terjadi pada abortus inkomplitus dapat banyak sekali, sehingga dapat menyebabkan syok dan perdarahan tidak akan berhenti sebwlum sisa hasil konsepsi dikeluarkan. Apabila abortus inkomplitus disertai syok karena perdarahan, segera atasi syok, setelah keadaan menbaik baru dilakukan pengeluaran sisa konsepsi.Penanganannya: bila ada tanda–tanda syok maka atasi dulu dengan pemberian cairan dan tranfusi darah. Kemudian keluarkan jaringan secepat mungkin dengan metode digital dan kuretase. Setelah itu beri obat–obat uterotonika dan antibiotika.



D. Abortus komplit

 Pada abortus kompletus semua hasill konsepsi sudah keluar, ditemukan perdarahan sedikit, ostium uteri telah menutup, dan uterus sudah mulai mengecil.



 Diagnosis dapat dipermudah bila hasil konsepsi yang telah keluar dapat diperiksa apakah sudah keluar semua dengan lengkap. Penderita dengan abortus kompletus tidak memerlukan pengobatan secara khusus, hanya apabila ditemukan anemia perlu diberi sulfas ferrosus (tablet Fe) atau transfusi.



E. Missed abortion

Missed abortion adalah keadaan dimana janin sudah mati, tetapi tetap berada dalamrahim dan tidak dikeluarkan selama 2 bulan atau lebih. Penanganan: berikan obat dengan maksud agar terjadi his sehingga fetus dan desidua dapat dikeluarkan, kalau tidak berhasil lakukan dilatasi dan kuretase. Hendaknya juga diberikan uterotonika dan antibiotika.



F. Kehamilan ektopik terganggu

 Kehamilan ektopik terjadi bila ovum yang telah dibuahi berimplantasi dan tumbuh diluar cavum uteri. Pada keadaan ini besar kemungkinan terjadi keadaan gawat. Keadaan gawat ini dapat terjadi apabila kehamilan ektopik terganggu.



 Nyeri merupakan keluhan utama pada kehamilan ektopik terganggu. Pada rubtur tuba, nyeri perut bagian bawah terjadi terjadi secara tiba-tiba dan intensitasnya disertai dengan perdarahan yang menyebabkan penderita pingsan dan masuk dalam keadaan syok.



 Perdarahan pervaginam merupakan tanda penting kedua pada kehamilan ektopik terganggu. Perdarahan yang berasal dari uterus biasanya tidak banyak dan berwarna coklat tua. Pada kehamilan ektopik terganggu ditemukan bahwa usaha menggerakkan serviks uteri menimbulkan rasa nyeri, demikian pula cavum Douglas menonjol dan nyeri pada perabaan.



 Kehamilan ektopik terganggu sangat bervariasi, dari yang klasik dengan gejala perdarahan mendadak dalam rongga perut dan ditandai oleh abdomen akut sampai gejala samar-samar, sehingga sulit membuat diagnosis.



2. KehamilanMola

Mola hidatidosa adalah suatu kehamilan yang berkembang tanpa janindan ditemukan jaringan seperti buah anggur. 



 Secara makroskopik mola hidatidosa mudah dikela yaitu berupa gelembung-gelembung putih, tembus pandang, berisi cairan jernih, dengan ukuran bervariasi dari beberapa mm sampai 1-2 cm.



3) Hipertensi Gravidarum




Hipertensi dalam kehamilan

Gejala dan tanda yang selalu ada
Gejala dan tanda yang kadang-kadang ada
Diagnosis kemungkinan
Tekana diastolik ≥ 90 mmHg pada kehamilan < 20 minggu
Hipertensi kronik
Tekana diastolik 90-110 mmHg pada kehamilan < 20 minggu
Protein urin < ++
Hipertensi kronik dengan superimposed pre-eklamsia ringan
Tekana diastolik 90-110 mmHg (2 ppengukuran berjarak 4 jam) pada kehamilan > 20 minggu
Proteinurin -
Hipertensi dalam kehamilan
Tekana diastolik 90-110 mmHg (2 ppengukuran berjarak 4 jam) pada kehamilan > 20 minggu
Proteinurin ++
Pre-eklamsi ringan
Tekana diastolok ≥ 110 mmhg pada kehamilan > 20 minggu
Proteinurin ≥ +++
Nyeri kepala (tidak hilang dengan analgesik biasa)
Penglihatan kabur
Oliguria (< 400ml/24 jam)
Nyeri abdomen atas (epigastrium)
Edema paru
Pre-eklamsi berat
Kejang
Tekanan diastolik ≥ 90 mmHg pada kehamilan > 20 minggu
Proteinurin ≥ ++
Koma
Sama seperti pre-eklamsi berat
Eklamsia







  1)      Nyeri Perut Bagian Bawah

Nyeri perut pada kehamilan 22 minggu atau kurang kemungkinan merupakan gejala utama pada kehamilan ektopik atau abortus, dapat juga disebabkan oleh sebab lain.



      Nyeri perut bagian bawah dapat ditemukan pada Apendisitis, Peritonitis, Kista ovarium, Sistitis, Pielonefritis akut, Peritonitis. Pada keadaan-keadaan tersebut, nyeri perut mungkin disertai dengan berbagai gejala dan tanda, seperti di bawah ini.

-            Kista Ovarium

+  Nyeri perut

+  Tumor adneksa pada periksa dalam

+  Massa tumor di perut bawah

+  Perdarahan vaginal ringan

-            Apendisitis

+  Nyeri perut bawah

+  Demam

+  Nyeri lepas

+  Perut membengkak

+  Anoreksia

+  Mual/muntah

+  Ileus paralitik

+  Lekositosis

-            Sistitis

+  Disuria

+  Sering berkemih

+  Nyeri perut

+  Nyeri retro/suprapubik

-            Pielonefritis akut

+  Disuria

+  Demam tinggi/menggigil

+  Sering berkemih

+  Nyeri perut

+  Nyeri retro/suprapubik

+  Nyeri pinggang

+  Sakit di dada

+  Anoreksia

+  Mual/muntah

-            Peritonitis

+  Demam

+  Nyeri perut bawah

+  Bising usus (-)

+  Nyeri lepas

+  Perut kembung

+  Anoreksia

+  Mual/muntah

+  Syok

 1)      Selaput Kelopak Mata Pucat

Anemia adalah masalah medis yang umum terjadi pada banyak wanita hamil. Jumlah sel darah merah dalam keadaan rendah, kuantitas dari sel–sel ini tidak memadai untukmemberikan oksigen yang dibutuhkan oleh bayi.



Anemia sering terjadi pada kehamilan karena volume darah meningkat kira–kira 50% selama kehamilan. Darah terbuat dari cairan dan sel. Cairan tersebut biasanya meningkat lebih cepat daripada sel- selnya. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan hematokrit (volume, jumlah atau persen sel darah merah dalam darah). Penurunan ini dapat mengakibatkan anemia.Penanganannya: anemia dapat ditangani dengan minum tablet zat besi dan istirahat cukup.



Komplikasi anemia dalam kehamilan memberikan pengaruh langsung terhadap janin sedangkan komplikasi pada kehamilan trimester I yaitu anemia dapat menyebabkan terjadinya missed abortion, kelainan kongenital, abortus/ keguguran.



Sebagian besar kematian ibu terjadi selama masa pasca salin.Oleh karena itu sangatlah penting untuk membimbing para ibu dan keluarganya mengenai tanda-tanda bahaya yang menandakan bahwa ia perlu segera mencari bantuan medis. Tanda-tandanya antara lain:

·         perdarahan vagina yang luar biasa atau tiba-tiba bertambah banyak

·         pengeluaran sekret vagina yang baunya menusuk

·         rasa sakit di bagian bawah abdomen/punggung

·         sakit kepala hebat dan terus-menerus

·         pembengkakan di wajah dan tangan

·         demam,muntah,rasa sakit waktu berkemih

·         payudara memerah,panas dan terasa sakit




Tanda-tanda yang dialamiibupada TM 2 yaitu:



1.  Sakit kepala yang hebat

Sakit kepala yang bisa terjadi selama kehamilan, dan sering kali merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala yang menunjukan suatu masalah serius dalam kehamilan adalah sakit kepala yang hebat, menetap dan tidak hilang dengan beristirahat. Terkadang sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkin menemukan bahwa penglihatanya menjadi kabur atau terbayang. Hal ini merupakan gejala dari pre-eklamsia dan jika tidak diatasi dapat menyebabkan kejang maternal, stroke, koagulopati dan kematian. Penanganannya dengan:

Jika ibu tidak sadar atau kejang, segera mobilisasi seluruh tenaga yang ada dan siapkan fasilitas tindakan gawat daruratan.

Segera lakukan observasi terhadap keadaan umum termasuk tanda vital (nadi, tekanan darah, dan pernafasan) sambil mencari riwayat penyakit sekarang dan terdahulu dari pasien dan keluarganya.

Komplikasinyadapatberupa:

Nyeri kepala pada masa hamil dapat merupakan gejala pre-eklampsia, suatu penyakit yang terjadi hanya pada wanita hamil, dan jika tidak diatasi dapat menyebabkan kejang maternal, stroke, koagulopati dan kematian.

     

2.    Penglihatan Kabur

Penglihatan menjadi kabur atau berbayang dapat disebabkan oleh sakit kepala yang hebat, sehingga terjadi oedema pada otak dan meningkatkan resistensi otak yang mempengaruhi sistem saraf pusat, yang dapat menimbulkan kelainan serebral (nyeri kepala, kejang), dan gangguan penglihatan. Perubahan penglihatan atau pandangan kabur, dapat menjadi tanda pre-eklampsia. Masalah visual yang mengidentifikasikan keadaan yang mengancam jiwa adalah perubahan visual yang mendadak, misalnya penglihatan kabur atau berbayang, melihat bintik-bintik (spot), berkunang-kunang.




Selain itu adanya skotama, diplopia dan ambiliopia merupakan tanda-tanda yang menujukkan adanya pre-eklampsia berat yang mengarah pada eklampsia. Hal ini disebabkan adanya perubahan peredaran darah dalam pusat penglihatan di korteks cerebri atau didalam retina (oedema retina dan spasme pembuluh darah).




Penanganan Umum

1.      Jika tidak sadar atau kejang. Segera dilakukan mobilisasi seluruh tenaga yang ada dan menyiapkan fasilitas tindakan gawat darurat.

Segera dilakukan penilaian terhadap keadaan umum termasuk tanda–tanda vital sambil menanyakan riwayat penyakit sekarang dan terdahulu dari pasien atau keluarganya.

Komplikasi yang ditimbulkan antala lain kejang dan eklamsia



3.         Bengkakpadawajah, kaki dantangan

Oedema ialah penimbunan cairan yang berlebih dalam jaringan tubuh, dan dapat diketahui dari kenaikan berat badan serta pembengkakan kaki, jari tangan dan muka. Oedema pretibial yang ringan sering ditemukan pada kehamilan biasa, sehingga tidak seberapa berarti untuk penentuan diagnosis pre-eklampsia. Hampir separuh dari ibu-ibu akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang biasanya hilang setelah beristirahat atau meninggikan kaki. Oedema yang mengkhawatirkan ialah oedema yang muncul mendadak dan cenderung meluas. Oedema biasa menjadi menunjukkan adanya masalah serius dengan tanda-tanda antara lain: jika muncul pada muka dan tangan, bengkak tidak hilang setelah beristirahat, bengkak disertai dengan keluhan fisik lainnya, seperti: sakit kepala yang hebat, pandangan mata kabur dll. Hal ini dapat merupakan pertanda anemia, gagal jantung atau pre-eklampsia.

Penanganan Umum




  1. Istirahat cukup
  2. Mengatur diet, yaitu meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung protein dan mengurangi makanan yang mengandung karbohidrat serta lemak.
  3. Kalau keadaan memburuk namun memungkinkan dokter akan mempertimbangkan untuk segera melahirkan bayi demi keselamatan ibu dan bayi.(Hendrayani, 2009:3)

Komplikasi

Kondisi ibu disebabkan oleh kehamilan disebut dengan keracunan kehamilan dengan tanda–tanda oedema (pembengkakan) terutama tampak pada tungkai dan muka, tekanan darah tinggi dan dalam air seni terdapat zat putih telur pada pemeriksaan urin dan laboratorium.



4.         Gerakan Janin Berkurang

Ibu tidak merasakan gerakan janin sesudah kehamilan 22 minggu atau selama persalinan.

Penanganan Umum

1.     Memberikan dukungan emosional pada ibu

2.    Menilai denyut jantung janin (DJJ): a) Bila ibu mendapat sedative, tunggu hilangnya pengaruh obat, kemudian nilai ulang; b) Bila DJJ tidak terdengar minta beberapa orang mendengarkan menggunakan stetoskop Doppler. (Saifuddin, 2002 : 109)

Komplikasi

Komplikasi yang timbul adalah IUFD dan featal distress.

Tanda-tandabahaypadaibuhamil TM 3



1.    Perdarahan pervaginam

Perdarahan pada kehamilan setelah 22 minggu sampai sebelum bayi dilahirkan disebut sebagai perdarahan pada kehamilan lanjut atau perdarahan antepartum.

      




Gejala dan tanda utama
Faktor predisposisi
Penyulit lain
Diagnosis
Perdarahan tanpa nyeri, usia gestasi >22 minggu
Darah segar atau kehitaman dengan bekuan
Perdarahan dapat terjadi setelah miksi atau defekasi, aktivitas fisik, kontraksi koitus
Grande multipara
Syok
Aperdarhan setelah koitus
Tidak ada kontraksi uterus
Bagian terndah janin tidak masuk PAP
Kondisi janin normal atau terjadi gawat janin
Plasenta previa
Perdarahan dengan nyeri intermitten atau menetap
Warna darah kehitaman dan cair tetapi mungkin ada bekuan jika solisio relatif baru
Jika ostium terbuka terjadi perdarahan warna merah segar
Hipertensi
Versi luar
Trauma abdomen
Poligidramnion
Gemelli
Defisiensi gizi
Syok yang tidak sesuai dengan jumlah darah yang keluar
Anemia berat
Melemah atau hilangnya gerakan janin
Gawat janin atau hilangnya denyut jantung janin
Uterus tegang dan nyeri
Solusio plasenta






1.    Solusio Plasenta

Solusio plasenta adalah terlepasnya plasenta yang letaknya normal pada korpus uteri sebelum janin lahir. Biasanya terjadi pada trimester ketiga, walaupun dapat pula terjadi setiap saat dalam kehamilan. Kehamilan dapat lepas sebagian atau seluruhnya. Bila plasenta yang terlepas seluruhnya disebut solusio plasenta totalis. Bila hanya sebagian disebut solusio plasenta parsialis atau bisa juga hanya sebagian kecil pinggir plasenta yang lepas disebut rupture sinus marginalis.

Perdarahan yang terjadi karena lepasnya plasenta ini dapat mengalir keluar yaitu pada solusio plasenta dengan perdarahan keluar. Sedangkan pada solusio plasenta dengan perdarahan tersembunyi dibelakang plasenta. Dapat pula terjadi kedua-duanya atau perdarahanya menembus selaput ketuban masuk kedalam kantung ketuban.

2.    Plasenta Previa

Plasenta previa adalah plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruhnya pembukaan jalan lahir. Pada keadaan normal plasenta terletak pada bagian atas uterus

Plasenta dapat menutupi seluruhnya pembukaan jalan lahir yang disebut plasenta previa totalis, apabila sebagian jalan lahir yang tertutup jaringan plasenta maka disebut plasenta previa parsialis. Sedangkan apabila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan disebut plasenta previa marginalis.

Penyebab utama pada perdarahan antepartum adalah solusio plasenta dan plasenta previa. Selain kedua penyebab utama tersebut, perdarahan pada kehamilan lanjut dapat pula disebabkan oleh hal lain misalnya ruptur uteri atau gangguan pembekuan darah.






Gejala dan tanda utama
Faktor predisposisi
Penyulit lain
Diagnosis
Perdarahan intra abdominal dan atau vaginal
Nyeri hebat sebelum perdarahan dan syok yang kemudian hilang setelah terjadi regangan hebat pada perut bawah
Riwayat SC
Partus lama atau kasep
Disproporsi kepala
Kelainan letak/presentasi
Persalinan traumatik
Syok atau takhikardia
Adanya cairan bebas intra abdominal
Hilangnya gerak dan DJJ
Bentuk uterus abnormal atau kontumnya tidak jelas
Nyeri raba atau tekan diding perut dan bagian janin mudah dipalpasi
Rupture uteri
Perdarahan berwarna merah segar
Uji pembekuan darah tidak menunjukkan adanya bekuan darah setelah 7 menit
Rendahnya faktor pembekuan darah, fibrinogen, trombosit, fragmentasi sel darah merah
Solusio plasenta
Janin mati dalam rahim
Eklampsia
Emboli air ketuban
Perdarahan gusi
Gambaran memar bawah kulit
Perdarahan dari tempat suntikan dan jarum infuse
Gangguan penbekuan darah







Keluar cairan pervaginam

Pengeluaran cairan pervaginam pada kehamilan lanjut merupakan kemungkinan mulainya persalinan lebih awal. Bila pengeluaran berupa mucus bercampur darah dan mungkin disertai mules, kemungkinan persalinan akan dimulai lebih awal. Bila pengeluaran berupa cairan, perlu diwaspadai terjadinya ketuban pecah dini (KPD). Untuk menegakkan diagnosis KPD perlu diperiksa apakah cairan yang keluar tersebut adalah cairan ketuban. Pemeriksaan  dilakukan dengan menggunakan speculum untuk melihat darimana asal cairan, kemudian pemeriksaan reaksi pH basa.



2.  Gerakan janin tidak terasa

Apabila ibu hamil tidak merasakan gerakan janin sesudah usia kehamilan 22 minggu atau selama persalinan, maka waspada terhadap kemungkinan gawat janin atau bahkan kematian janin dalam uterus.Gerakan janin berkurang atau bahkan hilang dapat terjadi pada solusio plasenta dan ruptur uteri.



Menurut Sadovsky jumlah rata-rata pergerakan fetus perminggu adalah 50-950 gerakan. Variasi hariannya yang paling rendah adalah 4-10 per 12 jam pada kehamilan normal.




Gejala dan tanda yang selalu ada
Gejala dan tanda yang kadang ada
Diagnosis kemungkinan
Gerakan janin berkurang atau hilang
Nyeri perut hilang timbul atau menetap
Perdarahan pervaginam sesudah 22 minggu
Syok
Uterus tegang atau kaku
Gawat janin atau DJJ tidak terdengar
Solusio placenta
Gerakan janin berkurang atau hilang
DJJ abnormal (<100/menit atau >180/menit)
Cairan ketuban bercampur dengan mekonium
Gawat janin
Gerakan janin/DJJ hilang
Tanda-tanda kehamilan berhenti
Tinggi fundus uteri berkurang
Pembesaran uterus berkurang
Kematian janin
Gerakan janin dan DJJ          tidak                  ada
Perdarahan
Nyeri perut hebat
Syok
Perut kembung atau cairan bebas intra abdominal
Kontur uterus abdominal
Abdomen nyeri
Bagian-bagian janin teraba
Denyut nadi ibu cepat
Rupture uteri




6. Nyeri perut yang hebat

Nyeri perut kemungkinan tanda persalinan preterm, ruptur uteri, solusio plasenta. Nyeri perut hebat dapat terjadi pada ruptur uteri disertai shock, perdarahan intra abdomen dan atau pervaginam, kontur uterus yang abnormal, serta gawat janin atau DJJ tidak ada.



7. Keluar Air Ketuban Sebelum Waktunya




  1. Keluarnya cairan berupa air dari vagina setelah kehamilan 22 minggu, ketuban dinyatakan pecah dini jika terjadi sebelum proses persalinan berlangsung. Pecahnya selaput ketuban dapat terjadi pada kehamilan preterm sebelum kehamilan 37 minggu maupun kehamilan aterm.Penangannaumum:
  2. Konfirmasi usia kehamilan, kalau ada dengan USG
  3. Dilakukan pemeriksaan inspekulo (dengan speculum DTT) untuk menilai cairan yang keluar (jumlah, warna,bau) dan membedakan dengan urin.
  4. Jika ibu mengeluh perdarahan akhir kehamilan (setelah 22 minggu), jangan lakukan pemeriksaan dalam secara digital.
  5. Mengobservasi tidak ada infeksi
  6. Mengobservasi tanda–tanda inpartu (Saifuddin, 2002: 112)

Komplikasi




  • Perdarahan pervaginam dengan nyeri perut, pikirkan solusio plasenta
  • Tanda–tanda infeksi (demam, cairan vagina berbau)
  • Jika terdapat his dan darah lendir, kemungkinan terjadi persalinan preterm

8. Kejang

Pada umumnya kejang didahului oleh makin memburuknya keadaan dan terjadinya gejala–gejala sakit kepala, mual, nyeri ulu hati sehingga muntah. Bila semakin berat, penglihatan semakin kabur, kesadaran menurun kemudian kejang. Kejang dalam kehamilan dapat merupakan gejala dari eklamsia. Penanganan umum:
1. Baringkan pada sisi kiri tempat tidur arah kepala ditinggikan sedikit untuk mengurangi kemungkinan aspirasi secret, muntahan, atau darah

2. Bebaskan jalan nafas

3. Hindari jatuhnya pasien dari tempat tidur

4. Lakukan pengawasan ketat 

Komplikasi

Komplikasi yang dapat timbul antara lain: syok, eklamsia, hipertensi, proteinuria 



9. Demam Tinggi

Ibu hamil menderita deman dengan suhu tubuh lebih 38° C dalam kehamilan merupakan suatu masalah. Demam tinggi dapat merupakan gejala adanya infeksi dalam kehamilan.Penanganan umum: demam tinggi dapat ditangani dengan: istirahat baring, minum banyak, kompres untuk menurunkan suhu. 

Komplikasi yang ditimbulkan akibat mengalami demam tinggi antara lain: sistitis (infeksi kandung kencing), pielonefritis Akut (infeksi saluran kemih atas). 



B. Kebutuhan Kunjungan Ibu Hamil Pada Trimester 1,2,3

Kebutuhan kunjungan pada ibu hamil ada 2 yaitu kunjungan awal ibu hamil dan kunjungan ulang ibu hamil.

1) Kunjungan awal ibu hamil,  hal ini penting bagi ibu karena pada kunjungan awal ibu digunakan untuk mendetekasi atau memastikan apakah ibu itu benar hamil atau tidak.  Dalam kunjungan awal ini biasanya ibu ditemani dengan suami dan ibu dalam melakukan kunjungan awal ini sudah mengalami tanda-tanda bahwa ia sedang hamil, seperti mual, muntah, badan menjadi lemas, pusing, dll.

2) Kunjungan ulang ibu hamil, hal ini digunakan untuk memeriksa dan memantau perkembangan janin yang ada dalam kandungan ibu. Kunjungan ulang ini dilakukan minimal 4 kali dalam masa kehamilan yaitu 1kali pada TM 1, 1kali pada TM 2 dan 2kali pada TM 3. Tapibagiibu yang mempunyai keuangan mapan dapat memeriksakan kehamilannya 1x dalam sebulan sampai usia kehamilan 28 minggu, memeriksakan kehamilannya 2x dalam sebulan antara usia kehamilan 28-36 minggu dan jika sudah memasuki usia kehamilan 36 minggu sampai kelahiran ibu dapat memeriksakan kehamilannya 4x dalam sebulan. 













PEMERIKSAAN PADA KUNJUNGAN IBU HAMIL

Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan laboratorium
Pemeriksaan panggul
Riwayat kehamilan
BB, TTV
Protein urin
Pelvimetri klinik
Gerakan janin
Leopold
HB
VT
Masalah atau tanda bahaya
Reflek
Glukosa
Keluhan dan kekhawatiran




Hal-hal yang perlu diperhatikan saat kunjungan ibu hamil yaitu:

1. Dari pihak ibu:

1) Tekanan darah

2) BB

3) Gejala atau tanda seperti sakit kepala, perubahan visus, sakit abdomen, nausea, muntah, perdarahan, disuria, air ketuban pecah, dll.

a. TFU

b. Keadaan serviks

c. Ukuran pelvis

2. Dari pihak janin:

1) DJJ

2) Ukuran janin (TBJ, taksiran berat janin)

3) Letak dan presentasi, masuknya kepala

4) Kembar atau tunggal

3. Laboratorium:

1) Hb

2) STS pada trimester 1,2,3

3) Kultur untuk gonokokus

4) Protein dalam urin bila diperlukan.



DIAGNOSIS

Kehamilan Normal adalah kehamilan dimana ibu dalam keadaan sehat, tidak ada riwayat obstetric buruk, ukuran uterus sama/sesuai usia kehamilan serta hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium normal.



Untuk kategori kehamilan dengan masalah khusus memiliki gambaran seperti masalah keluarga atau psikososial, kekerasan dalam rumah tangga dan kebutuhan finansial.



Kehamilan dengan masalah kesehatan yang membutuhkan rujukan untuk konsultasi dan atau kerjasama penanganannya seperti hipertensi, anemia berat, preeklampsia, pertumbuhan janin terhambat, infeksi saluran kemih, penyakit kelamin dan kondisi-kondisi lain yang dapat memburuk selama kehamilan.

Kehamilan dengan kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan rujukan segera misalnya perdarahan, eklampsia, ketuban pecah dini, atau kondisi-kondisi kegawatdaruratan lain pada ibu dan bayi.











Daftar Pustaka







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aspek Sosial Budaya Pada Kehamilan

ASPEK SOSIAL BUDAYA PADA KEHAMILAN Nama Kelompok 4 : Adinda Kusuma Wardhani Geofanny Gina Audina Julietta Mutia Anjan...